logo Header

Video Pembangunan Zona Integritas

Artikel


Pentingnya Work Motivation dan Leadership

Written by Admin on .

Pentingnya Work Motivation dan Leadership

Written by Admin | Published | Hits: 186

Ditulis oleh: Fajar Hernawan

“Human resource is the most valuable asset of any business. It is valuable than capital or equipment. If the company fail to develop their quality of people, they will be the most wasted and resources of any problems within your company”.

Pernyataan diatas ditulis oleh Shiv Khera pada tahun 1998 dalam bukunya yang berjudul You Can Win. Dia berpendapat bahwa sumber daya manusia merupakan asset yang paling berharga dalam sebuah instansi ataupun perusahaan. Kegagalan dalam mengembangkan sumber daya manusia bisa menjadi bumerang dan pada akhirnya akan menjadi sumber dari segala permasalahan dalam instansi atau perusahaan tersebut.

Hasil survey menunjukan bahwa banyak instansi/perusahaan mengalami penurunan kinerja. Penyebab terbesar tiada lain karena terjadi “something wrong” dengan sumber daya manusianya. Manusia, yang notabene merupakan subjek dari suatu pekerjaan memiliki work motivation (motivasi kerja) yang sangat rendah, tidak mempunyai semangat kerja sama sekali. Kondisi ini diperparah dengan kemampuan leadership (kepemimpinan) pimpinannya yang pas-pasan. Walhasil, kondisi yang tidak menguntungkan ini mengakibatkan tidak terbangunnya suasana kerja yang kondusif, menyenangkan, saling pengertian, saling menghargai dan saling mengerti akan tugas dan tanggung jawab masing-masing yang harus diemban.

Para pakar psikologi berpendapat bahwa motivation (motivasi) dan leadership (kepemimpinan) adalah merupakan bagian dari Emotional Quotient (kecerdasan emosional) yang dapat ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang positif.

Dalam pandangan agama Islam, manusia pada dasarnya berpotensi haniif (positif), artinya bahwa manusia pada awal penciptaannya adalah baik dengan sendirinya dan dalam hidupnya memiliki kecenderungan untuk selalu memilih yang terbaik untuk dirinya (human being is good by itself and tends to choose the best for himself).

Pertanyaan kita sekarang, bagaimana caranya agar kita memiliki work motivation? Hal tersebut sangatlah mudah kita ucapkan namun tidak semua orang bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak mereka yang sudah bekerja puluhan tahun dalam sebuah instansi/perusahaan namun tidak mempunyai motivasi dalam bekerja. Sekedar hanya untuk melaksanakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Sekedar untuk promosi jabatan. Sekedar untuk mendapatkan gaji sehingga bisa mempertahankan hidup, dan “sekedar-sekedar” lainnya.

Begitupun dengan leadership dari para pemimpin kita. Tidak sedikit kita jumpai mereka yang didaulat untuk menjadi seorang pemimpin dalam sebuah instansi ataupun perusahaan, namun tidak disertai dengan leader skill dan managerial skill yang mumpuni. Walhasil, kepemimpinannya tidak lebih dari sekedar bagian rotasi kepemimpinan dari sebuah organisasi tanpa bisa menorehkan tinta emas dalam sejarah hidupnya.

Dalam sebuah instansi, perusahaan dan sebagainya, Work motivation dan leadership bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Organisasi akan maju jika sumber daya manusianya terdiri dari orang-orang yang memiliki motivasi kerja yang baik, yang mempunyai self motivation yang tinggi. Selain itu di tunjang pula dengan kepemimpinan dari seorang pemimpin yang memiliki leader skill dan managerial skill. Seorang pemimpin yang tidak hanya bisa memotivasi dirinya sendiri tapi juga mampu untuk memotivasi orang lain (how to motivate people).

Banyak diantara kita yang bisa memotivasi dirinya sendiri tapi tidak cukup mahir untuk memotivasi orang lain disekitarnya. How to motivate people adalah salah satu skill dalam kepemimpinan. Skill ini sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin untuk dapat menggali “emasnya” mereka yang menjadi bawahannya. Ketidakmampuan seorang pemimpin untuk memotivasi bawahannya adalah ketidakmampuannya untuk mencapai prestasi dan target dari instansi atau perusahaan yang dipimpinnya.

“How to motivate ourselves? The answer is, open your eyes, open your ear, open your heart and see the reality”.

Bagaimana caranya agar kita bisa memotivasi diri agar bisa selalu baik, haniif (positif)dan senantiasa berbuat yang terbaik untuk diri kita? Maka jawabannya adalah dengan membuka mata, membuka telinga, membuka hati dan melihat realita yang ada kehidupan kita.

Ungkapan “dunia tidak selebar daun kelor” maupun peribahasa yang mengatakan “seperti katak dalam tempurung” patut kiranya kita pahami dengan seksama. Dengan membuka mata, kita akan “tersadarkan” bahwa ternyata dunia ini sangat luas. Dan menjadi sebuah pertanyaan sekaligus tantangan sekarang, apakah kita mau dan mampu “berbicara” pada level nasional bahkan internasional? Ataukah cukup puas dengan berkiprah pada level lokal?

Selain itu, dengan membuka mata kita akan menyadari pula bahwasanya masih banyak orang lain yang jauh lebih baik dari kita, baik dalam skill maupun keilmuan. Walhasil, diri kita akan terhindar dari sifat sombong, takabur dan merasa paling hebat. Sifat-sifat superioritas tersebut lah sebenarnya yang menghalangi diri kita untuk berbuat sesuatu yang baik dan melakukan yang terbaik untuk diri kita, pada akhirnya kita akan “terdegradasi” dari persaingan hidup yang semakin ketat ini. Bukankah Islam telah memerintahkan umatnya untuk senantiasa fastabiqul khoerot (berlomba-lomba dalam kebaikan)?  

Dengan membuka telinga, kita akan mendapatkan berbagai macam masukan, saran dan ide yang sangat membantu untuk mencapai sebuah achievement (prestasi) dan progress (kemajuan). Siapapun dia dan apapun kedudukannya, apakah atasan atau bawahan kita, selama apa yang diucapkan benar dan mempunyai value, maka tidak ada alasan untuk menutup telinga kita. Sebuah peribahasa Arab mengatakan: “undzur maa qoola walaa tandzur man qoola” (jangan lihat siapa yang berkata tapi lihat dan dengarkan apa yang dikatakan).

Agar apa yang kita lakukan lebih baik dan lebih bermakna, maka bukalah hati kita. Orang bijak mengatakan, bekerjalah dengan akal dan hati, karena akal ibarat panglima dan hati ibarat raja. Bila kita mampu menundukkan raja, maka kita pun dapat menundukkan panglima, namun sebaliknya bila kita hanya mampu menundukkan panglima maka belum tentu raja akan tunduk dengan sendirinya.

Dan cara terakhir agar kita bisa memotivasi diri untuk bisa selalu baik, haniif (positif)dan senantiasa berbuat yang terbaik adalah dengan melihat realitas kehidupan. Bolehlah kita menggantungkan asa setinggi langit ketujuh, namun jangan lupa kedua kaki kita harus tetap menapak dibumi. Realitas kehidupan adalah sebuah kenyataan yang harus kita hadapi dan tidak bisa kita hindari. Pada hakekatnya kehidupan di dunia ini yang ada hanyalah waktu/masa sekarang, tidak ada waktu yang lampau dan masa yang akan datang. Karena waktu yang lampau tidak mungkin dapat terulang kembali dan waktu yang akan datang belum tentu dapat dirasakan. Maka, waktu/saat sekarang adalah sebuah anugerah/pemberian/hadiah dari Allah SWT yang harus kita syukuri dan manfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin. Tidak salah jika dalam tata bahasa Inggris, pola kalimat (tenses) yang menunjukkan waktu/masa sekarang disebut Present tense. Dan kata present mempunyai makna kata lainnya yaitu pemberian,hadiah, mempersembahkan,menyajikan,memberikan. Satu kata memiliki arti yang berbeda-beda. Namun secara filosofis, dapat kita tarik benang merah dari makna kata Present bahwa masa/waktu sekarang adalah sebuah anugerah/pemberian dari Allah yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin agar kita dapat memberikan/ mempersembahkan sesuatu yang terbaik untuk diri kita dan orang-orang disekeliling kita.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa motivation and leadership menjadi pilar-pilar dari sekian banyak pilar yang menyangga sebuah bangunan instansi. Jika pilar-pilar penyangga kokoh dan baik, maka kokoh dan baik pula sebuah bangunan.

Hubungi Kami

gedung kantor.jpg

Pengadilan Agama Cianjur

Jl. Raya Cianjur Bandung No. 45, Cianjur 43281

Telp : (0263) 261090

Fax : (0263) 2295555

Email :   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

           This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (Delegasi)

Peta Lokasi