Seputar Peradilan

Jadi Hakim Itu Membebaskan Dosa Orang Lain

Rabu sore 14 Juni 2017 suasana  Masjid Al Mizan komplek perkantoran Pengadilan Agama Cianjur tidak seperti biasanya. Nampak sebagian karyawan membawa serta istri dan anaknya. Di luar masjid deretan kursi tertata rapi menghadap serambi masjid. Sore itu karyawan Pengadilan Agama Cianjur sedang mengadakan acara peringatan Nuzul Al Quran dan buka bersama. Sebelumnya pada siang hari setelah salat dzuhur diadakan pemberian santunan kepada fakir miskin yang tinggal di sekitar kantor sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang sangat membutuhkan bantuan menghadapi hari raya idul fitri.

KHR. Abdul Halim, Ketua MUI Kabupaten Cianjur

“Kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin setiap tahun menjelang hari raya. Sumber dananya berasal dari Zakat para hakim dan karyawan Pengadilan Agama Cianjur” ujar Ketua Pengadilan Agama Cianjur, Saefuddin Turmudzy dalam kata sambutannya.

 Penyerahan santunan oleh Ketua Pengadilan Agama Cianjur
 

Pegawai Pengadilan Agama Cianjur berkumpul diserambi Masjid Al-Mizan
 

Dalam rangkaian kegiatas tersebut juga diisi tausiyah yang disampaikan oleh KHR. Abdul Halim, Ketua MUI Kabupaten Cianjur yang juga mantan hakim honor Pengadilan Agama Cianjur dekade tahun 80an. Dalam ceramahnya Abdul Halim atau  lebih dikenal dengan Ajengan Lim oleh masayarakat Cianjur  mengatakan : “Menjadi hakim agama itu membebaskan dosa orang lain karena menegakkan pengadilan itu hukumnya fardlu kifayah  dalam Islam. Sehingga kalau ada yang bersedia menjadi hakim maka kewajiban orang lain gugur, sebaliknya kalau tidak ada yang mau menjadi hakim maka masyarakatnya berdosa semua”.